Memang tidak mudah untuk menjalani hidup, penuh liku. Tapi harus slalu enjoy dalam menjalaninya. Slalu belajar untuk menerima kenyataan yang menyakitkn juga belajar bersyukur dengan kenyataan yang menyenangkan. Ingatlah, hidup dimulai dari telur, kemudian berkembang menjadi zigot, lalu berkembang lagi menjadi alaqah, setelah alaqah berkembang menjadi mutghah, setelahnya menjadi bentuk mahluk yg lain (manusia), Allah memberi tulang belulang yg dibungkus daging dan wujudlah MANUSIA !!...
Hmm, itulah asal muasal manusia, mahluk lemah yang harus bergantung pada Allah. Hehe, saya ini bukan penulis yang baik, terbukti dengan masih amburadulnya halaman blog ini...
Eh, bicara soal cerita, saya punya cerita yang sedih banget sob. Ini terjadi tanggal 28 Mei 2011, waktu itu saya kan lagi tes kenaikan kelas dari kelas 1 ampe kelas 2 tuh, saat menjalani ujian ibu saya lagi dirawat di RS Dr.Karyadi Semarang, waktu itu saya inget banged lagi ngerjain tes fisika yang sangat super sulit susah sekali. Lagi susah-susahnya mikir, ee datang tu Pak Budi sang satpam SMA. Dia bilang kalo saya harus pulang hari itu juga. Betapa gembiranya waktu itu. Sampe di gerbang sekolah, ada temen Bapak saya yang jemput tu, katanya ibu saya udah sembuh dari penyakitnya (Leukimia) dan lagi dibawa ke Kendal (alamat mbahnya gua). Spontan saya jingkrak-jingkrak kaya orang kesurupan.
Tepat pada waktu itu juga saya pulang ke rumah dan langsung ambil perbekalan buat pergi ke Kendal. Gak tau kenapa dari awal hari saya udah ngrasain firasat buruk. Sesampainya di Kendal, betapa terkejutnya, ternyata perkataan tentang ibu saya yang udah sembuh adalah kebohongan belaka agar saya nggak kaget. Kenyataannya ibu ku udah tiada untuk selamanya. Sampe pingsan sgala waktu ngelihat tubuh ibu dah terbujur kaku di bungkus kain putih berrrsihh.
Hufh, benar-benar hari paling gak menyenangkan. Dalam hati saya kagak ingin ibu saya sakit-sakitan terus, tapi juga gak rela kalo beliau meninggal dunia. Mau apalagi, saya gak bisa berbuat apa-apa selain mendoakaannya. Terakhir saya lihat ibu saya tu waktu dimakamin pukul 15.30 hari itu juga. Pikiran melayang-layang, kaya orang waras yang baru kehilangan kewarasannya (emang kehilangan, wkwkwk). Padahal saya masih harus menyusul ujian kenaikan kelas yang belum terlaksana. Hiks hiks...
Satu-satunya yang jadi motivasi ku adalah bahwa ibu saya masih melihat di alam sana, maka dari itu, saya harus berusaha semaksimal mungkin. Jalani hidup dengan penuh optimis...hehe...Emm, buat temend-temend yang dah kehilangan seseorang yang sangat berharga, jangan sedih ya, Sesungguhnya Allah telah menyediakan balasan pada setiap musibah, pengganti pada tiap yang hilang, dan khalifah pada setiap yang tiada. Maka kembalikanlah segalanya kepada Allah, dan berharaplah kepadanya. Allah telah mempersiapkan segalanya, dan ketahuilah, bahwasanya yang ditimpa musibah adalah orang yang tidak terpaksa. :)


0 komentar:
Posting Komentar